BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Senin, 04 Oktober 2010

MENULIS PUISI DENGAN PENDEKATAN EMOTIF

Pengertian Menulis Puisi

Menulis merupakan salah satu kegiatan berbahasa seara aktif,ekspresif yang digunakan untuk menyampaikan gagasan, pesan, sikap dan pendapat secara tidak langsung kepada pembaca dalam bentuk tertulis sedangakan puisi adalah pancaran kehidupan sosial, gejolak kejiwaan dan segala aspek yang ditimbulkan oleh adanya interaksi baik secara langsung atau tidak langsung,sadar atau tidak sadar.

Menulis puisi merupakan kegiatan untuk melahirkan dan mengungkapkan perasaan, ide, gagasan dalam bentuk tertulis dengan memperhatikan diksi,(pilihan kata), bentuk dan bunyi serta ditata seara cermat sehingga mengandung makna khusus sesuai dengan kondisi diri penulis dan lingkungan sosial yang ada di sekitarnya.

Saini (1993:153) menyatakan bahwa menulis puisi dapat membuat seseorang menggunakan kata-kata secara konotatif, menyusun irama dan bunyi,menyususn baris-baris dan bait-bait dengan memperhatikan pengilangan serta tipografi yang dapat mengungkapkan pikiran dan perasaan.Pedoman menulis puisi menurut Saini (1993:154) adalah penyair pemula (siswa) berusaha sebaik-baiknya menuliskan apa yang ada dalam hatinya dengan jelas dan kongkrit.Artinya, apa yang ditulis harus jelas bagi dirinya sehingga jelas pula agi orang lain.Apabila puisi yang ditulis siswa jelas, pesan yang ingin disampaikan lebih mudah dipahami oleh penikmat puisi.


Pengertian Pendekatan Emotif.

Menurut Semi (1990:155), pendekatan emotif dalam pembelajaran sastra merupakan upaya guru memanipulasi emosi siswa. Artinya, guru menciptakan kondisi emosional tertentu sehingga emosi siswa muncul.Djamarah (1996:75) menyatakan bahwa pendekatan emosional (pendektan emotif) adalah upaya untuk menggugah perasaan dan emosi siswa.Metode mengajar yang perlu dipertimbangkan adalh metode ceramah dan bererita.

Pendekatan emotif dalam pemelajaran puisi adalah suatu pendekatan yang berusaha menemukan unsur-unsur yang mengajak emosi atau perasaan.Emosi itu dapat berhuungan dengan isi atu gagasan yang menarik an perasaan yang dialami siswa.Pendekatan emotif merupakan suatu pendekatan yang digunakan guru untuk memunculkan suatu kondisi tertentu pada diri siswa.Pendekatan emotif merupakan pendekatan yang tepat untuk diterpkan dalam proses pembelajaran puisi khususnya pada keterampilan menulis puisi karena siswa menjadi lebih peka terhadap emosinya dan kehidupan sekitarnya. Hal ini diperkuat oleh pendapat Hunt (dalam Sakdiayah,2002) yang menyatakan bahwa puisi adalah luapan gelora perasaan yang imajinatif (imaginatie passion).

Prinsip dasar yang melatarbelakangi pendekatan emotif ini adalah pandangan bahwa karya sastra bagian dari karya seni yang hadir dalam masyarakt dengan keindahan penyajian bentuk serta isinya yang sarat makna.


Pembelajaran Menulis Puisi

Pada proses pembelajaran bahasa,ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan agar tercipta iklim belajar yang kondusif,karena pembelajaran bahasa khususnya kegiatan pembelajaran menulis puisi merupakan proses untuk menciptakan puisi.Ada beberapa langkah teknis yang harus dilakukan guru bahasa Indonesia.Langkah tersebut antara lain :
1) Menentukan tema : tema yang ditentukan bersifat kondisional disesuaikan dengan tujuan pembelajaran menulis puisi.
2) Merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus pembelajaran yang didasarkan dari kompetensi dasar yang diacu : tujuan khusus pembelajaran harus bermakna,kontekstual,fungsional serta relevan dengan kondisi siswa.
3) Merancang materi pembelajaran.
4) Merancang skenario pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar yang diinginkan.Skenario yang dirancang harus dapat membangkitkan minat dan motivasi belajar siswa untuk menulis puisi,merangsang siswa sehingga terdorong melakukan refleksi dan membangun pemahaman internal dari puisi yang ditulis.
5) Menentukan pemanfaatan sumber pembelajaran dan media yang relevan.


Proses Pembelajaran Menulis Puisi

Dalam proses penciptaan sebuah puisi terlebih dahulu yang harus dipahami adalah mengenal hidup dan kehidupan sosial, karena sebuah karya puisi yang baik tercermin nilai-nilai baik dari dalam diri penyair (siswa) maupun kehidupan sosial masyarakat.Bahan –bahan yang terangkum dari situasi dan peristiwa sosial dalam masyarakat merupakan bagian dari inspirasi bagi diri penyair (siswa) untuk menghasilkan karya sastra berupa puisi. Sayuti (1985:184) menyatakan bahwa puisi merupakan pengungkapan pengalaman penyair lewat kata-kata. Pengalaman yang diungkapkan itu bisa berupa pengalaman intelektual,emosional dan imajinal.Proses penciptaan puisi yang ideal berawal dari pengalaman ini mempunyai beberapa tahapan.Menurut Jalil (1985:20) ada enam tahapan dalam proses penciptaan puisi yaitu :
1) Pengalaman :suatu hal yang sangat penting bagi seorang penyair untuk mengetahui secara aktual setiap peristiwa yang berkaitan dengan apa yang akan diterangkan dalam sebuah karya puisi.
2) Penafsiran : suatu kebulatan pikiran yang sementara dan pandangan sementara pula terhadap suatu peristiwa atau terhadap suatu pengalaman yang mampu diungkapkan secara tertulis.
3) Penilaian : merupakan penentuan keyakinan benar atau tidaknya suatu peristiwa. Seorang penyair tidak isa seenaknya menilai salah dan benarnya suatu hal atau peristiwa. Sebelumnya perlu pembekalan kepada jiwa penyair, karena pada tahap ini seorang penyair belum dapat menuliskan sebuah karya puisi yang baik dan sesuai dengan perkembangan kehidupan.Oleh sebab itu penyair (siswa) perlu melakukan adaptasi dan penguasaan diri untuk mencari keinginan nurani seara utuh.
4) Penghayatan : penghayatan mempunyai posisi yang sangat penting untuk mewujudkan sebuah karya puisi yang baik dan sesuai dengan perkembangannya. Pada tahap penghayatan, seorang penyair (siswa) melakukuan pemikiran dan penggalian yang dalam disertai dengan pandangan yang luas terhadap suatu peristiwa dengan berbekal ilmu pengetahuan serta keyakinan.Proses penghayatan merupakan penentu arah pada proses penciptaan puisi yang diinginkan.




Pembelajaran Menulis Puisi dengan Pendekatan Emotif.

Kegiatan pembelajaran puisi di sekolah diaharpkan sesuai dengan pengalaman yang didapat siswa.Pengalaman tersebut bisa didapatkan dari peristiwa-peristiwa yang didokumentasikan dalam bentuk film dokumenter, gambar, lagu atau rekaman lain.

Menurut Sakdiyah, langkah-langkah dalam pembelajaran menulis puisi bagi guru bahasa Indonesia adalah sebagai berikut :

1).Persiapan
Hal yang dilakukan guru adalah membuat silabus, rencana pembelajaran, mengkondisikan kelas dan siswa agar siap melaksanakan pembelajaran.Guru juga mempersiapkan media pembelajaran yang akan digunakan. Pada tahap ini, diharapkan siswa benar-benar siap untuk mengikuti pembelajaran menulis puisi yang temanya sudah ditentukan.Guru dapat memberitahukan tema puisi agar siswa dapat berpikir tentang pokok permasalahan yang diangkat.Tahap ini dapat memacu pengalaman priadi siswa untuk dihubungkan dengan pembelajaran menulis puisi yang akan diperolehnya.

2).Pemahaman
Guru memberikan pemahaman tentang proses atau langkah-langkah dalam menulis puisi,unsur-unsur dalam puisi dan syarat-syarat sebuah tulisan disebut puisi. Setelah itu guru menugasi siswa untuk mengingat kembali pengertian tentang puisi dan kriterianya.Kemudian siswa diminta untuk mencari dan menuliskan kata-kata yang mereka kenal disesuaikan dengan tema yang ada.

3).Penciptaan kondisi siswa.
Pada tahap ini guru menciptakan suatu kondisi terkait dengan emosi siswa.Guru dapat memilih dan menggunakan media film, gambar/foto, dan lagu yang dapat membangkitkan emosi siswa. Misalnya film tentang kehidupan manusia, bencana alam, lagu-lagu ruhani atau peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar siswa.Dalam tahap ini,siswa diharapkan mampu untuk mengenali perasaanya yang terdalam (sedih,senang, gembira, marah, iba, dan lain sebagainya) .

4).Ekspresi
Tahap terakhir adalah ekspresi.Berdasarkan gambar-gambar ,foto,film dan lagu, siswa diminta membuat puisi secara perorangan.Siswa dapat memulai menulis puisi dengan tahap-tahap sebagai berikut :
• Pengalaman : Pengalaman yang didapatkan ketika melihat rekaman peristiwa dari film,gambar dan rekaman lagu akan terekam dalam ingatan siswa.Pengalaman itu akan membuat siswa mempunyai inspirasi ketika diminta oleh guru untuk menuliskan puisi berdasarkan apa yang didengar,dilihat dan dirasakannya.
• Penafsiran : Siswa menafsirkan pengalaman yang telah didapat dan mencoba menafsirkan apa pelajaran yang dapat diambil kemudian berusaha mengungkapkannya secara tertulis.Penafsiran dari pengalaman ini mudah dilakukan jika siswa memahami peristiwa yang dialaminya sendiri atau peristiwa yang akan ditafsirkan.
• Penilaian : Siswa menilai pengalaman dari peristiwa yang dialami.Pada tahap ini,siswa menentukan keyakinan benar atau tidak peristiwa tersebut.Penilaian siswa terhadap suatu peristiwa akan menentukan arah siswa dalam menulis puisi.Oleh sebab itu, siswa perlu melakukan adaptasi dan penguasaan diri untuk mencari keinginan nurani secara utuh.
• Penghayatan : Siswa melakukan pemikiran dan penggalian yang dalam disertai dengan pandangan yang luas terhadap suatu peristiwa (pengalaman) berbekal ilmu pengetahuan serta keyakinan dirinya.Proses penghayatan merupakan penentu arah pada proses penciptaan puisi yang diinginkan.
• Memutuskan : Siswa memutuskan gagasan atau idenya dari pengalaman atau peristiwa yang didapatkan.Hubungan pribadi siswa dengan lingkungan sosialnya dapat memberikan pertimbangan dalam penciptaan karya puisi.
• Pencurahan : Siswa mencurahkan inspirasi atau ide, gagasan, perasaan ke dalam bentuk puisi dan menyatukan segala aspek yang membangun puisi .Proses pencurahan ini diperlukan konsentrasi yang tinggi sehingga hasil pencurahan seperti yang diinginkan.




Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

1.kegiatan prapembelajaran
• Guru memepersiapakan materi dan tujuan pembelajaran
• Guru merancang skenario pembelajaran
• Guru mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan saat proses pembelajaran

2.kegiatan saat pembelajaran

a. Kegiatan awal
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kompetensi yang akan dicapai
• Tanya-jawab mengenai puisi (pengertian dan unsur-unsurnya)
b. Kegiatan inti
• Guru menentukan tema puisi yang akan dibuat
• Guru memutarkan film yang sesuai dengan tema
• Siswa menonton film dan me3) Siswa membuat catatan tentang hasil amatannya
4) Siswa menyusun atau merangkainya menjadi sebuah bangunan puisi secara utuh.menyunting tulisan teman
c. Kegiatan akhir
1) Guru memberikan penguatan materi
2) Guru dan siswa melakukan refleksi
3) Guru memberikan tugas pada siswa

0 komentar: